Senin, 18 Juli 2011

Aku Bangga pada Suamiku

Bismillah …
(Semoga kisah ini juga bisa diambil manfaatnya oleh saudari-saudari muslimahku dimanapun berada)
.
...***
Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu.
.
“Anty sudah menikah ?”.
“Belum mbak ”, jawabku .
Kemudian akhwat itu bertanya lagi
“ kenapa ?”
hanya bisa ku jawab dengan senyuman. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.
“Mbak menunggu siapa?” Aku mencoba bertanya .
“Nunggu suami” jawabnya.
.
Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya,
.
“Mbak kerja dimana?”, Entahlah keyakinan apa yang meyakiniku bahwa Mbak ini seorang pekerja, padahal setahu ku, akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.
“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi”, jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.
“kenapa?” tanyaku lagi .
Dia hanya tersenyum dan menjawab,
“karena inilah satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas .
.
Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya trsenyum.
“Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat”.
.
“Saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7 juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing. Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata,
.
“Abi, Umi pusing nih, ambil sendiri lah!”.
Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23. 30 saya terbangun dan cepat – cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya . Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci.
.
Astagfirullah, kenapa Abi mengerjakan semua ini? Bukankah Abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap Abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya Abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga.
Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, Abi demam, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk diluar rumah, tidak memperhatikan hak suami saya .”
.
Subhanallah, aku melihat Mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang di usapnya.
.
“Anty tau berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600 -700 rb /bulan. 10x lipat lebih rendah dari gaji saya. Dan malam itu saya benar- benar merasa durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki , saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya, dan setiap kali memberikan hasil jualannya, ia selalu berkata,
.
“Umi, ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah-mudahan Umi ridho ”, begitu katanya.
Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata- kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang diberikan suami saya ”, lanjutnya.
.
“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah -mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.
.
“Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini . Saya sedih, karena orang tua, dan saudara - saudara saya tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.”
.
Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.
.
“Kak , kita itu harus memikirkan masa depan. Kita kerja juga untuk anak -anak kita Kak . Biaya hidup sekarang ini besar. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan . Nah kakak malah pengen berhenti kerja . Suami kakak pun penghasilannya kurang . Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai- santai aja dirumah. Salah kakak juga sih, kalo mau jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak , Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal , sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat .
.
“Anty tau , saya hanya bisa nangis saat itu..
Saya menangis bukan Karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia maremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia”
.
“Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membanguni saya untuk sujud dimalam hari. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata -kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. “
.
“Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah dihadapannya hanya karena sebuah pekerjaaan. Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak -hak suami saya .Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. “
.
“Saya bangga ukhti dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya , karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya , tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal.”
.
” Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya. Semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty tak perlu malu untuk menceritakan pekerjaan suami anty pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya , dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku. Mengambil tas laptonya, bergegas ingin meninggalkanku.”
.
Kulihat dari kejauhan seorang ikhwan dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm , meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, meninggalkanku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho .
.
***
.
Ya Alloh … .
Berkahi kami dalam menapaki jalan perjuangan menujuMU. Semoga Aku bisa selalu menjadi sebaik-baik istri untuk suamiku, yang menjadi bekal untuk meraih jannah Mu… Amin
.
Untuk Abi, apapun pekerjaan Abi, Ummi BANGGA Bi,

..:: SANGAT BANGGA ::..
sumber:RENUNGAN INSPIRATIF (FACEBOOK)

Senin, 07 Februari 2011

Belajar Dari Kesalahan

Tidak ada orang yang suka berbuat kesalahan. Namun jika anda ingin melewati hidup dengan baik, maka tidak ada jaminan bagi anda untuk tidak melakukan kesalahan. Jika anda dapat belajar dari kesalahan dengan tepat, maka anda akan mendapatkan bahan bakar baru untuk maju kedepan.
Anda harus menyadari bahwa kesalahan adalah bagian yang penting dalam pengembangan diri. Jangan termenung terus dengan rasa bersalah dan penyesalan, pelajari bagaimana anda dapat belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut.

1. Minta Maaf dengan Tulus dan Sungguh-sungguh

Jika anda telah melakukan kesalahan yang menyakiti/membahayakan orang lain, sangat penting bagi anda untuk segera meminta maaf dengan sungguh-sungguh. Pastikan bahwa itu adalah betul-betul suatu kecelakaan yang tidak akan terulang. Permintaan maaf yang baik akan mengembalikan tingkat kepercayaan orang tersebut pada anda.

Jumat, 28 Januari 2011

KAYA RAYA dari BISNIS SAMPINGAN

*) oleh Supardi Lee
Kaya adalah kuasa.  Dengan kekayaan anda dapat melakukan banyak hal.  Sebaliknya miskin adalah beban.  Kemiskinan adalah pembatas anda untuk melakukan apa yang anda sukai.  Ali bin Abi Thalib, mengatakan bahwa kemiskinan itu ada di tepi jurang kekafiran (mendustakan Tuhan).
Bisnis Sampingan
1.              Bisnis sampingan dimiliki oleh satu atau beberapa orang karyawan.  Selain itu, bisa juga ada pemilik bisnisnya yang bukan karyawan.  Misalnya satu bisnis dimiliki oleh 5 orang.  Tiga orang diantara mereka adalah karyawan di instansi / perusahaan lain.  Satu orang fokus menangani bisnis tersebut.  Satu orang lagi hanya setor modal.
2.              Bila pemilik bisnis sampingan semuanya karyawan di instansi / perusahaan lain, maka bisnis sampingan tersebut harus dijalankan oleh orang lain (karyawan: direktur, manager, dsb).

Rabu, 05 Januari 2011

Ki Ageng Pandan Alas


ki ageng pandan alas adalah sebuah keluarga persilatan yang berasal dari kecamatan kare kabupaten madiun.

Sejarah berdirinya Ki Ageng Pandan Alas
Madiun, antara 1968-1972 , di mana saat itu banyak terjadi gejolak yang mempengaruhi keadaan kota madiun saat itu, bersamaan dengan itu banyak perguruan persilatan lahir dan memprakarsai berdirinya perguruan-perguruan baru, saat itu seorang Mantan (pensiunan)Anggota AURI (angkatan Republik Indonesia) Bp Kustari Ady Andaya yang memiliki kelebihan ilmu olah raga dalam bidang Persilatan pun merasa memiliki peluang besar untuk mendirikan sebuah perguan/persilatan, namun persilatan yang ia dirikan adalah berbeda dengan yang lain…

di awali latihan di halaman Sekitar halaman kodim Madiun, dan baru memiliki beberapa anggota namun saat itu belum memiliki nama untuk persilatan ini. nama Ki Ageng Pandan Alas kemudian diambil dari nama seorang tokoh sakti golongan putih yang hidup pada jaman kerajaan Demak dibawah pemerintahan Sultan Trenggono (Cerita dalam buku Nagasasra Sabuk inten). Dalam kuku tersebut dikisahkan Pada waktu itu kerajaan Demak banyak terjadi pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah. Seorang tokoh putih yang bernama Ki Ageng Pandan Alas merasa berkewajiban untuk ikut mempertahankan kerajaan Demak.

Ki Ageng Pandan Alas dalam menghadapi musuh atau lawan-lawannya tidak mengutamakan kekerasan, beliau  duduk bersila sambil melantunkan Tembang DANDANG GULO, sebuah tembang yang berisi petuah-petuah kebaikan yang membuat lawannya diajak untuk berfikir akan perbuatannya yang selanjutnya diajak untuk sadar dan kembali ke jalan yang benar.

Perguruan Pandan Alas berasal dari jalur para pendiri masjid demak. Orang yang pertama kali menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Namun tidak berarti dimonopoli oleh orang-orang Islam, karena PANDAN ALAS berpegang teguh pada Rahmatan lil 'Alamin, rahmat untuk seluruh umat. Tujuan perguruan adalah mempersiapkan diri untuk mendapatkan panggilan Tuhan yang terakhir yaitu sebuah kematian. Artinya walaupun belajar ilmu silat atau olah kanuragan, orang pandan alas dilarang menyakiti orang lain dan juga membuat kerusakan di muka bumi ini. Karena sebagai manusia suatu saat pasti akan mati dan nantinya dimintai pertanggungjawaban atas semua amal perbuatan kita. Sebagai orang-orang PANDAN ALAS , diharapkan menjadi tangan-tangan penyelamat. Menyelamatkan dirinya dan orang lain dengan tafsir yang sangat luas.

akhirnya nama Ki ageng Pandan Alas Di Ambil sebagai Nama Keluarga Persilatan Ini. dengan di bantu beberapa sahabatnya Persilatan Pandan Alas melaporkan diri Bergabung dengan Ikatan Pencak silat Indonesia IPSI, setelah di telaah dan di survei Oleh IPSI bahwagrakan senam dan jurus yang dimiliki persilatan Pandan Alas ini merupakan gerakan seni Beladiri pencak Silat, selanjutnya pada tanggal 10 November 1972 Turunlah surat keputusan dari IPSI yang Menerangkan Bahwa Keluarga Persilatan Ki Ageng Pandan Alas ini di Akui sebagai anggota Oleh IPSI. maka tanggal 10 November 1972 tersebut di Ploklamirkan sebagai hari berdirinya Persilatan Ini.

Persialatan ini bukan lah Pecahan dari perguruaan lain. persilatan ini lahir dari seorang KUSTARI ADY ANDAYA yang mendapatkan semua senam dan jurus dari para Gurunya melalui media MIMPI yang berangsur-angsur ia dapatkan, seperti antara sadar dan tidak sadar ia ada yang menyerang dan dari serangan-serangan itulah tersusun sebuah Jurus-Jurus yang di miliki kelauarga persilatan ini, Untuk Jurus Rohani Persilatan ini pun terus mencari yaitu semua yang tertulis di dalam AL Qur’an dan Al hadist, sehingga antara jurus gerak(kanuragan) dan jurus Rohani bila di gabungkan akan menjadi suatu Jurus yang Bernama Jurus Taqwa yaitu suatu Jurus yang Meng Esakan Allah SWT, karna Tidak ada daya serata Upaya yang dapat dicapai Manusia tanpa se ijin Allah.

Sejarah perkembangan Ki Ageng Pandan Alas  di sidoarjo
Dalam perkembangannya perguruan Ki Ageng Pandan Alas berkembang ke berbagai daerah di indonesia salah satunya berada di sidoarjo. Datangnya Ki Ageng PandanAlas di sidoarjo di awali dengan adanya para perantau dari madiun yang bekerja di surabaya. Kemudian mengadakan latihan, setelah dirasa cukup akhirnya berdirilah Cabang surabaya. Dalam perkembangannya anggota cabang surabaya yang sebagian berdomisili di sidoarjo dirasa terlalu jauh untuk mengadakan latihan di cabang surabaya serta sulitnya koordinasi, akhirnya pada momentum Tasyakuran warga baru tanggal 08 agustus2010 resmi berdirilah Cabang sidoarjo.

Berdirinya cabang surabaya dan sidoarjo tidak terlepas dari jasa tokoh tokoh yang rela berjuang demi berkembangnya perguruan Ki Ageng Pandan Alas. Dari merekalah sidoarjo mengenal Ki Ageng Pandan Alas. Dengan bayaknya para perantau di kota sidoarjo serta beragamnya suku diharapkan Ki Ageng Pandan Alas bisa lebih berkembang baik di sidoarjo sendiri serta di tempat lain setelah para perantau ini kembali pulang ke kampung halamannya. Amien. 

Selasa, 04 Januari 2011

Awas, Perokok Pasif Terancam Tuli!


Liputan6.com, Washington DC: Perokok pasif yang hidup di antara perokok aktif cenderung memiliki masalah pendengaran yang dapat menyebabkan tuli, demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh para Ilmuwan AS.

Seperti dilansir Zee News, Ahad (2/1), penelitian yang melibatkan 3307 orang yang berusia antara 20 sampai 69 tahun ini meneliti kaitan gangguan pendengaran dengan efek rokok. Dalam penelitian ini, para peserta penilitian diminta untuk mendengar suara, mulai dari frekuensi terendah 500 Hz sampai yang tertinggi 8000 Hz. Hasil penelitian menunjukkan mereka yang tidak merokok namun hidup di antara kalangan perokok memiliki gangguan pendengaran terutama ketika mereka diharuskan untuk menangkap suara berfrekuensi tinggi.

Penelitian ini juga menemukan bahwa perokok aktif juga tidak menutup kemungkinan menderita gangguan pendengaran, walaupun risikonya tidak sebesar mereka yang menjadi perokok pasif.

Dalam Jurnal Kesehatan Tobacco Control, pimpinan penelitian menuliskan, "Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan. Jika temuan ini dikonfirmasi secara independen, maka gangguan pendengaran akan menjadi salah satu efek buruk dari asap rokok."

Khasiat "Power Balance" Hanya Dusta


Liputan6.com, California: Siapa yang tak tahu dengan gelang berwarna-warni Power Balance yang diklaim memiliki khasiat mampu meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas tubuh itu? Namun, semua khasiat yang diketahui semua orang di dunia itu hanya sebuah dusta.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (5/1), pihak perusahaan Power Balance di Australia mengaku, "Tak ada bukti ilmiah yang kredibel dalam mendukung klaim kami." Pengakuan kontan menghebohkan seluruh dunia dan membuat banyak konsumendi seluruh dunia merasa ditipu.

Perusahan mulai menjual gelang itu sejak 2007 dan mempropagandakan sebuah produk dengan hologram di dalamnya yang dirancang untuk berinteraksi dengan aliran energi alami tubuh. Gelang itu terus mendunia setelah beberapa atlit dunia hingga selebritis internasional juga turut mengenakannya, seperti David Beckham, Cristiano Ronaldo, Robert De Niro, dan Gerard Butler.

Dalam situsnya juga, pihak perusahaan mengaku telah melakukan perbuatan menyesatkan dan melanggar undang-undang perdagangan di Australia. Perusahaan ini sudah berhasil meraup keuntungan mencapai 35 juta dollar AS selama 2010. Mereka juga menjanjikan pengembalian uang para pelanggan di Australia sampai 30 Juni 2011.